Stop Bullying#2

Perbedaan Bukanlah Kekurangan

Namaku Doni , aku adalah salah satu siswa di SMP N 3 Sleman. Aku mempunyai seorang sahabat, namanya Ivan. Ivan memiliki kulit yang berwarna hitam. Karena perbedannya tersebut Ivan sering dibully oleh siswa – siswa lain. Aku tidak tahu mengapa mereka mempermasalahkan perbedaan itu. Namun aku sebagai seorang sahabat hanya bisa menyemangati dan mendukungnya.

Matahari muncul menampakkan dirinya, tanda pagi hari telah datang. Akupun segera bersiap – siap untuk berangkat sekolah. Setelah siap, aku pun berpamitan kepada orang tuaku dan berangkat ke sekolah. Aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, karena sekolahku tidak begitu jauh dengan rumahku.

Di tengah perjalanan aku melihat Ivan yang sedang berjalan menuju sekolah. Akupun menghampirinya.

“Ivan, tunggu!” Panggilku sembari berlari ke arahnya.

“Ya!” Sahut Ivan.

Aku pun mengajaknya untuk berangkat sekolah bersama. Kamipun berjalan menuju sekolah.

           Sesampainya di sekolah kamipun langsung menuju ke kelas. Diperjalanan menuju kelas Ivan mendapat ejekan dari Udin dan Riski anak berandalan di sekolah kami.

“Hey! Black Man! ” Ujar Udin.

“Hahaha! Kok ada sih manusia yang berkulit sangat hitam. ” Sambung Riski.

Tak mempedulikan ucapan mereka Ivan tetap berjalan menuju kelas. Aku yang berada di belakangnya hanya bisa mencoba menyemangatinya.

“Ivan tetap sabar dan semangat ya, perbedaan bukanlah kekurangan” Ucapku penuh semangat.

Ivan hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

Setelah itu kami pun menuju kelas.

           Bel istirahat berbunyi, tanda waktu istirahat telah dimulai. Akupun menghampiri Ivan dan mengajaknya pergi ke kantin sekolah. Kamipun berjalan menuju ke sana. Di tengah perjalanan, kami dihadang oleh Udin dan Riski.

“Hey! Black Man, serahkan uangmu!” Ucap Riski.

“Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil uang milik Ivan.” Jawabku sembari mendepani Ivan.

“Wah, wah! Ada yang Sok! Mau jadi pahlawan disini.” Ujar udin.

“Ya! Ayo! Kita beri mereka pelajaran.” Sambung Riski

Mereka lalu mendorong kami hingga terjatuh dan menendang kami. Lalu merekapun pergi dari tempat itu.

           Sudah beberapa hari kami mendapatkan perlakuan seperti itu. Kami mengira dengan membiarkan perbuatan mereka akan membuat mereka berfikir dan tidak mengulanginya lagi, tetapi semuanya tetap terjadi hampir setiap hari. Setelah itu kamipun berinisiatif menemui guru BK kami yang bernama pak Marko dan melaporkan kejadian tersebut. Lalu pak Marko memanggil Udin dan Riski ke Ruang BK. Udin dan Riskipun datang.

“Apakah benar kamu telah melakukan tindakan kekerasan di sekolahan?” Tanya pak Marko kepada Udin dan Riski.

Udin dan Riski hanya bisa menunduk. Pak Markopun menasehati mereka agar tidak mengulangi perbuatan mereka karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Akhirnya merekapun meminta maaf kepada kami. Tetapi penegakan keadilan di sekolah tetap berlaku dan pak Marko memanggil orang tua mereka.

Azzam Amrullah_10_7B

 685 total views,  3 views today

18 thoughts on “Stop Bullying#2

  1. this information is very2 important in my life ,the best website that I saw in my life to..thankk you very much for the important information

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *